Wednesday, 18 March 2015

DDA PENGENALAN TANAH DI LAPANGAN

I. PENDAHULUAN
A.LatarBelakang
Padamulanya, tanahdipandangsebagailapisanpermukaanbumi (natural body) yang berasaldaribebatuan yang telahmengalamiserangkaianpelapukanolehgaya-gayaalam, sehinggamembentuk regolith (lapisanberpartikelhalus).Secaravertikaltanahberdifferensiasimembentuk horizon-horizon (lapisan-lapisan yang berbeda-bedabaikdalammorfologissepertiketebalandanwarnanya, maupunkarakteristikfisik, kimiawi, danbiologismasing-masingnyasebagaikonsekuensibekerjanyafaktor-faktorlingkungannya.
B. TujuanPercobaan
Pemboranbertujuanuntukmemperolehinformasisecarasepintastentangbeberapasifattanahsepertitekstur, warna, kedalamanefektif (solum, konsistensi, ketebalan horizon danperubahanbatuan di permukaandanperubahanbatuan di permukaandan di dalamtanah.

II. TINJAUAN PUSTAKA
Yang membentuktanah, danlapisan-lapisantersebutpadabeberapamacamTanah adalah akumulasi tubuh alam bebas, berdimensi tiga, menduduki sebagian (besar) permukaan bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk pada kondisi topografi/relief tertentu dan selama waktu tertentu (Donahue, 1970).
Pemborandimaksudkanuntukmengetahuisifattanahsecarasepintas.Cara iniberlangsungcepatdan relative tepat.Pemboranjugadimaksudkanjugauntukmenentukanlokasilubangsuatuprofiltanah yang akandigali. Denganpemborandiharapkandapatdideteksiselamapenggalianprofil (Tim Dasar-DasarIlmu Tanah,  2006).
Profiltanahmerupakanirisan vertical tanahdarilapisan paling atashinggakebebatuaninduktanah (regolit), yang biasanyaterdiridari horizon-horizon O-A-E-B-C-R.Empatlapisanteratas yang masihdipengaruhicuacadisebutsolumtanah, horizon O-A disebutlapisantanahatasdan horizon E-B disebutlapisantanahbawah (Hanafiah, 2005).
Padasuatuprofiltanah yang lengkapdapatkitalihatbeberapalapisan yang membentuktanah. Dan lapisantanahdikenalsebagai horizon genesatanah (lapisan yang terbentukditempatitusehubungandenganberlangsungnya proses perombakanbahaninduktanah) (Kartasapoetra, 2005).
Kedalamantanahatausolumtanahsebaiknyadiketahui pula terutamalahan-lahan yang memilikikemiringan.Mengetahuisulomtanahitupenting, baikbagipelaksanaanpertanianitusendirimaupunbagipembangunanprasaranabagikepentinganpertaniantersebut (pembuatanjalankelas III keatas, fondasijembatandan lain-lain).Bagikepentinganpertanianitusendiri  (usaha-usahapenanaman) apabilasolumtanahtebalterutamalapisantopsoilnyamakaharapan-harapanparapetaniuntukmeningkatkanproduksinyaakanselaludapatterwujudkanlebih-lebihdenganadanyaperawatanataupemeliharaanterhadaptanahtersebut (Kartasapoetradkk, 2005).

III. PROSEDUR PERCOBAAN
A.    AlatdanBahan
Alat-alat:
-          Bortanah,
-          bukuMunsell,
-          kantongplastik,
-          spidol,
-          meteran, pisau, pH teskit,dll.

Bahan-bahan:
-          Aquades,
-          HCl,
-          H2O2

Cara Kerja
1.      Pemboran
2.    Lokasipemborandibersihkandarivegetasiataukotoransampah, tetapijanganmenggangulapisanpermukaan.
3.    Pemborandilakukandenganhati-hati, diusahakan agar matabortetaptegaklurus.
4.    Bordiputarsearahjarum jam, sampaiditekanperlahan-lahan.
5.    Bordiputardanditekan, sampaiseluruhmatabor (± 20 cm) masukkedalamtanah.
6.    Mata bordikeluarkandaridalamtanahsecaraperlahan-lahandanmataborjangandiputar.
7.    Mata bordiletakkan di atasplastik, kemudiantanahdikeluarkandenganpisaudarimatabordanditampung di atas alas yang telahdisediakan.
8.    Denganjalan yang sama (2 s/d 6) dilakukansampaikedalaman 150 cm.
9.    Tanah darimatabordisusunsecarasistemikmulaidariatassampai paling bawah.
10.          Dilakukanpengamatandenganmencatatbeberapasifattanahsepertitercantumdalamdaftarisian.

2.  PembuatanLubangProfil Tanah
1.    Dibersihkanpermukaantanahpadabagianmanaprofilakandibuka/galidari senakataukotoran.
2.    Diberitandaditarikgarisdenganukuran 150 x 100 cm.
3.    Dimulaimenggalidenganmenggunakancangkulsampaikedalaman 150 cm.
4.    Penampangantanah yang hendakdiperiksaharusmendapatsinarmatahari.
5.    Tanah galianjanganditumbunpadasisipenampangpemeriksaan.
6.    Dibuattanggauntukmemudahkanpemeriksaan.
7.    Pengamatandapatdimulaidenganketentuansebagaiberikut:
ü Penampangpemeriksaanharusbersihdanterang.
ü Semuaalatdanbahanharuskering.
ü Pengamatanjangandilakukansetelah jam 17.00 WIB ataupadasaathujanturun.
ü Disemprotkansedikit air padapenampangbiladijumpaitanah yang sangatkering.
2.    PengambilanContoh Tanah
1.    Dibuatlubangprofilseperti yang sudahdijelaskan.
2.    Profiltanahdibersihkandandiratakan.
3.    Tanah dibagimenjaditigabagian.
4.    Diambilcontohtanahpadasetiaplapisantanahsebanyak ± 1 kg dandimasukkankedalamplastik, dansetiapplastikdiberitanda.
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HasilPengamatan
Hasilpengamatanpadapraktikuminidicantumkanpadalampiran.

B.  Pembahasan
Daftarisianprofilterdiridariduahalamanmukadanhalamanbelakang.Halamanmukaberisikantentangkeadaanlahandimanaprofiltanahitudigali, sedangkanhalamanbelakangmemuatketeranganttentangsifat-sifattanahdalamprofiltersebut.
Padahalamanmukaterdapatnomorpemeta yang menunjukkanbilanganprofildansandipemeta, padadaftarisiantersebuttertulis M

KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Adapunkesimpulan yang dapatdiambilpadapraktikuminiadalah:
1.      Pemborandimaksudkanuntukmengetahuisifattanahsecarasepintas.
2.      Profiltanahadalahsuatupenampangmelintang (vertical) tanah yang terdiridarilapisantanah (solum) danlapisanbahaninduk.
3.       
DAFTAR PUSTAKA

Hanafiah, Kemas Ali. 2005. Dasar-DasarIlmu Tanah. PT Raja GrafindoPersada: Jakarta.
Kartasapoetra, A.G. dkk. 2005. TeknologiKonservasi Tanah dan Air. PT RinekaCipta: Jakarta.
Team Dasar-Dasarilmu Tanah. 2006. PedomanPelaksanaanPraktikumDasar-DasarIlmu    Tanah. FakultasPertanianUnsyiah: Banda Aceh.
Donahue, Roy L., Raymon W. Miller, dan John C. Sichluna. 1977. Soils, An Introduction  to soils and Plant Growth. Engelewood Cliffs: NJ. Prentis/Hall.



0 comments:

Post a Comment

    Blogger news

    Blogroll

    About